Warga dan Damkar Selamatkan Perkici Pelangi serta Monyet Ekor Panjang di Bojonegoro

Redaksi | News
oleh

BOJONEGORO KLIKSURABAYA CO ID-Mereka datang dari dua tempat berbeda, membawa ceritanya masing-masing. Seekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) diantarkan oleh warga, sementara seekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) tiba lewat pengawalan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro.

Perjalanan keduanya akhirnya bertemu di titik yang sama Senin 31 Agustus 2026 lalu di kandang transit Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) seperti dikutip dari laman Kementerian Kehutanan.

Cerita dari Baureno dan Pos Damkar

Perkici Pelangi lebih dulu tiba dari Desa Sreni, Kelurahan Selorejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Burung berbulu indah itu diserahkan sukarela oleh warga untuk mendapatkan penanganan medis dan konservasi yang tepat. Penyerahan tersebut resmi dicatat dalam berita acara penanganan satwa liar.

Pada hari yang sama, alur cerita berbeda datang dari Damkar Bojonegoro. Petugas menyerahkan seekor Monyet Ekor Panjang kepada Tim Penyelamatan Satwa Liar Kolaborasi Multipihak (Matawali) Seksi KSDA Wilayah II.

Namun, tidak dilindungi bukan berarti bebas diperlakukan tanpa batas. Monyet ekor panjang tetaplah satwa liar yang punya peran penting dalam fungsi ekologis, memiliki perilaku alami, serta membutuhkan ruang hidup yang sesuai di alam bebas.

Kandang Transit Bukan Garis Akhir

Bagi kedua satwa ini, kandang transit hanyalah persinggahan sementara. Petugas merawat mereka sembari mengamati kondisi fisik, perilaku, dan kemampuan bertahan hidup.

Setiap satwa yang masuk membutuhkan proses evaluasi yang hati-hati. Sebelum keputusan besar diambil—apakah dilepasliarkan kembali ke habitat asli atau ditempatkan di lembaga konservasi—kesehatan dan kesiapan mental satwa menjadi pertimbangan utama.

Peristiwa ini menyimpan pesan penting. Konservasi tidak selalu berawal dari operasi besar di tengah hutan rimba. Kadang, ia dimulai dari langkah sederhana: keputusan seorang warga untuk menyerahkan satwa liar kepada pihak yang berwenang.

Keputusan kecil itu sangat berarti. Petugas konservasi tak mungkin berjaga di setiap sudut wilayah. Informasi, kepedulian warga, serta sinergi dengan instansi seperti Damkar adalah mata dan tangan yang memperpanjang jangkauan penyelamatan satwa di lapangan.

Kini, Perkici Pelangi dan Monyet Ekor Panjang itu bernaung di tempat yang sama. Cerita sebelum mereka tiba memang berbeda—dan cerita setelah mereka keluar dari kandang transit pun belum tentu serupa.***